Balas Klumprik - Sumur Welut - Bangkingan - Salah Satu Wilayah Kota Surabaya Yang Masih Asri Dan Alami


Beberapa hari ini, saya ada project di Lidah Kulon, sebuah wilayah di kota Surabaya bagian barat yang berbatasan dengan kota Gresik. Dengan lokasi kerja yang sekarang di Lidah Kulon, membuat saya harus lewat jalan lain dengan jalan yang selama ini saya lalui kalo kerja.

Sebelumnya, kalo saya ada project di Lidah Kulon jalan yang saya lalui untuk pulang kerja adalah di jalan Wiyung, tapi kalo udah waktunya jam pulang kerja, daerah jalan Wiyung selalu macet parah. Untuk itu saya cari alternatif lain yaitu lewat daerah wisma Lidah Kulon, jalan Bangkingan, jalan Sumur Welut, jalan Balas Klumprik, jalan Kebraon, lalu lanjut ke jalan mastrip dan terus ke Sepanjang Sidoarjo.

Dulu sih sebenernya saya udah beberapa kali melewati daerah ini, cuman beberapa hari terakhir ini saya tiap hari melewati jalanan ini pulang pergi kerja. Jalanan yang naik turun dan berbelok-belok, ditambah rindangnya pepohonan mengingatkan saya akan jalanan kota Batu Malang - Kandangan Kediri. Udaranya segar dan adem, apalagi kalo habis diguyur hujan.

Di daerah yang masuk wilayah kecamatan Wiyung ini, masih banyak sawah, dan ada juga beberapa bangunan rumah yang masih pake dinding kayu ataupun gedek (anyaman bambu) karena di sepanjang jalan bangkingan sampai balas klumprik banyak di temui pohon bambu. Bener-bener khas pedesaan, dan daerah ini menjadikan suasana yang berbeda dibanding wilayah Surabaya manapun.

Bahkan saya masih melihat ada beberapa rumah yang punya kandang kambing atau sapi di depan rumahnya, mirip seperti kebanyakan rumah-rumah khas desa yang saya temui di daerah, Blitar, Kediri ataupun Batu Malang.

Selama saya melewati jalan Balas Klumprik, jalan Sumur Welut, jalan Bangkingan, tidak pernah sekalipun saya kena macet. Saya biasanya lewat jalan tersebut pagi jam 07:30 - 08:00 dan kalo sore biasanya jam 15:30 - 16:30 wib. Walaupun jalannya kecil, cukup dilewati hanya 2 mobil berjajar, kondisinya sangat lancar tidak padat. Jalannya juga cukup mulus, walaupun ada beberapa sedikit yang bergelombang.

Bagi saya, lewat sepanjang jalan tersebut ada sensasi tersendiri, serasa kembali ke masa lalu, ketika saya tinggal di kota Malang selama 6 tahun, dan tiap bulan harus pulang pergi ke Kediri melewati jalanan kota Batu hanya untuk menemui kekasih tercinta :) yang saat ini sudah menjadi istri yang sah he..he..he... Setiap melewati jalanan tersebut saya enggak pernah ngebut walaupun jalanan cukup sepi. Saya selalu menikmatinya sambil bawa motor pelan pelan. Sambil nostalgia dengan kenangan masa lalu :) juga menikmati alamnya yang masih alami dan hijau.

Di sepanjanh jalan Sumur Welut dan Balas Klumprik terdapat tempat pemancingan, kalau tidak salah ada 3 tempat pemancingan. Yang di daerah Balas Klumprik pemancingannya seperti kolam buatan yang dibuat dipinggiran sawah, sedangkan Yang di Sumur Welut, ada waduk sebagai tempat pemancingannya. Dan yang terakhir tempat pemancinganya ada di seberang waduk.

No comments:

Post a Comment